Membuat terjemahan yang baik dalam bahasa Indonesia sebenarnya mungkin atau tidak yah?
Sebagai seorang yang ditunjuk untuk menyelesaikan seluruh tugas-tugas terjemahan dalam lembaga ini, terus terang saya mengalami banyak dilema. Ingin sekali saya memberikan suatu hasil terjemahan dengan baik dan benar, mudah dipahami oleh pembaca. Tapi kok sepertinya hal ini sulit sekali, ya?
Kebanyakan terjemahan biasanya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, tapi kali ini, saya harus menerjemahkan dari bahasa Jepang ke bahasa Indonesia, padahal banyak sekali kata-kata dalam bahasa Jepang yang tidak ada artinya dalam bahasa Indonesia. Boleh dibilang, kata-kata dalam bahasa Indonesia sangat minim, terkadang tidak menggigit. Saya sampai punya kamus bahasa Indonesia, tapi tetap saja kok sulit menemukan kata yang artinya sama persis. Misalnya suatu kata ada makna lainnya dalam bahasa Jepang, tapi kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, makna tersebut jadi hilang. Hilanglah makna kalimat tersebut.
Saya sering kali diperingati oleh editor pihak penerbit untuk memberikan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, tentu saja saya berusaha dengan segenap hati saya untuk bisa melakukannya, tapi kadang kata-katanya tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia, sehingga saya harus berikan dalam bahasa Inggris dan dimiringkan. Harus bagaimana lagi saya ini?
Misalnya kata Marchen, artinya seperti negri dongeng. Atau My Pace, yang artinya melakukan sesuatu sesuai dengan ritmenya, temponya sendiri, sesuai dengan keinginannya. Kata-kata ini sering sekali digunakan dalam buku-buku terbitan kami di Jepang, tapi dalam bahasa Indonesia harus saya gunakan kata apa, ya? Saya juga bingung. Dengan sangat amat terpaksa saya gunakan kata-kata tersebut apa adanya dengan memberikan suatu definisi di belakangnya karena kalau saya gunakan kalimat untuk terjemahannya, jadi tidak nyambung dengan kalimat aslinya.
Terkadang saya mencoba menempatkan diri sebagai pembaca, saya coba membaca beberapa buku terjemahan dari penerbit lain, tapi saya sering menemukan kata-kata "ajaib", kata-kata yang saya sendiri sebagai orang Indonesia tidak pahami, bahkan terkadang saya harus bertanya apa arti kata tersebut. Untungnya dalam beberapa buku ada yang memberikan kata-kata aslinya dalam bahasa Inggris sehingga mudah dipahami. Tidak memahami suatu kata menyebabkan orang jadi malas membaca. Inilah dilema saya sebagai seorang penterjemah.
Saya ingin agar buku-buku yang saya terjemahkan ini bisa diterima oleh masyarakat, tanpa mereka harus mengerenyitkan jidat saat membaca sehingga pembaca juga tersihir untuk mau terus belajar lebih dan lebih lagi lewat pembahasan yang kami salurkan lewat media buku.
Semoga saya bisa menjadi penterjemah yang lebih baik lagi di kemudian hari....
Jadwal Bedah Buku Selanjutnya
Sekolah Bona Ramawangun
Wednesday, April 1, 2009
Wednesday, February 25, 2009
Gramedia Pintu Air Talk Show
Beberapa bulan belakangan ini, saya memang sangat terbeban dengan hal-hal yang berkaitan dengan mengasuh anak dan bagaimana orang tua kurang memahami anaknya sehingga apa yang dimiliki anak sering kali tidak mendapatkan suatu dukungan yang tepat sehingga berakhir pada pembrontakan dari sisi anak. Dari sisi orang tua, tentunya kita akan sangat kecewa melihat pembrontakan anak yang telah kita lahirkan dan kita besarkan. Saya sebagai orang tua juga bisa memahami akan perasaan ini. Namun apabila ditelaah lebih lanjut, apakah ini murni 100% kesalahan anak? Apakah kita sebagai orang tua merasa diri kita sebagai orang tua yang paling benar?
Apabila kita sebagai orang tua rasanya sulit memahami anak, mungkin inilah saat yang tepat untuk belajar lebih dalam memahami diri seorang anak dipandang dari sisi golongan darahnya.
Punya anak bukanlah suatu yang menyenangkan apabila kita tidak memahami diri mereka sebagai suatu pribadi yang unik, namun akan sangat membahagiakan, entah itu bagi diri kita, dan juga diri mereka, apabila kita sebagai orang tua bisa melihat mereka sebagai seorang pribadi, tanpa perlu membanding-bandingkan dengan anak lain, apalagi yang beda golongan darahnya, dalam arti, sudah jelas beda ritme perkembangan belajarnya, beda ritme emosinya, beda temperamennya.
Jumat sore tanggal 13 Februari 2009, tepat satu hari sebelum hari Valentine tiba, saya mendapatkan sebuah kesempatan indah untuk berbagi kasih dengan membawakan sebuah talk show di Gramedia Pintu air berkenaan dengan buku Touch My Heart. Seperti kata pepatah, di mana ada kemauan, di situ ada jalan.
Dibantu oleh Pak Teguh dari Penerbit Andi sebagai moderator, saya berbagi kasih dan juga ilmu golongan darah di sana. Hitung-hitung, sebagai salah satu bentuk keperdulian saya akan sumber daya manusia di Indonesia. Harimau saja mati meninggalkan belang, masa saya mati tanpa meninggalkan apa-apa bagi dunia ini? haha..
Setelah membawakan talk show, ada beberapa orang yang memberikan pertanyaan. Memang bagi orang yang baru mendengar akan "ilmu" golongan darah ini untuk pertama kali, sulit untuk bisa memahami hal ini sebagai suatu ilmu yang valid. Salah satunya adalah karena apabila dibandingkan dengan diri mereka, mungkin akan ada beberapa perbedaan temperamen dari apa yang saya jelaskan.
Namun, saya ingin tekankan kembali bahwa yang kita bicarakan di dalam golongan darah adalah inti sarinya, jadi bukan berarti apa yang saya jabarkan semua wajib ada dalam diri seseorang. Kami dari lembaga peneliti lebih menyebutkan sebagai KECENDERUNGAN.
Berulang kali hal ini saya ucapkan dalam talk show tersebut, namun memang rasanya sulit buat orang lain bisa langsung memahaminya. Oleh karena itu, saya harap, bagi yang ingin belajar, ingin mendengarkan mengenai golongan darah, bukalah hati Anda terlebih dahulu, kemudian dengarkan penjelasan saya, coba perhatikan lingkungan Anda, lakukan suatu observasi.
Contohnya ada seorang bapak dari daerah Sumatra bertanya, kenapa dia bergolongan darah O, tapi pemalu dulunya. Sekarang mungkin sudah tidak seperti itu lagi, tapi dia katakan dulunya dia pemalu, tidak seperti apa yang saya jelaskan. Jawaban saya sederhana. Kalau semua orang sama persis seperti apa yang saya utarakan, Tuhan menciptakan robot!
Tentu saja ada perbedaannya pada masing-masing orang. Saya katakan orang bergolongan darah O adalah orang yang penuh vitalitas, ramah pada orang lain, bukan berarti 100% orang bergolongan darah O seperti itu.
Ada pengaruh lingkungan juga yang bisa mengakibatkan materi dasar yang ada dalam diri kita terkikis, misalnya kalau dari kecil kita tidak pernah dibiasakan bertemu orang lain, kalau kita senantiasa dikurung oleh orang tua kita di rumah, bagaimana bisa materi dasar kita yang penuh vitalitas ini bisa terekspresi?
Ada juga seorang guru yang bertanya, bagaimana bisa mengajar dalam kelas yang sudah pasti penuh dengan variasi golongan darah?
Saya katakan, mengajarlah seperti biasa. Namun apabila melihat suatu kejanggalan, ada yang sepertinya membutuhkan pendekatan, bisa dilakukan lewat golongan darahnya. Hanya itu. Jangan buat sesuatu yang sederhana dan mudah menjadi sulit kelihatannya!
Lewat pembahasan demi pembahasan, dan juga sharing demi sharing, saya berharap ilmu yang saya miliki ini bisa memberikan suatu dampak yang berarti bagi perkembangan anak-anak kita di Indonesia...
Thursday, February 12, 2009
Mengembangkan pendidikan anak di Indonesia berbasis golongan darah
Sebuah negara dapat maju atau tidak semuanya tergantung dari masyarakat yang tinggal di dalamnya karena dengan masyarakat yang maju, tentunya kualitas Sumber Daya Manusiapun akan tinggi dan dapat membangun negaranya.
Impian yang sangat indah....
Tapi jangan cuma bermimpi, impian itu harus direalisasikan lewat jalur pendidikan, karena tidak dapat dipungkiri, pendidikan adalah salah satu jembatan utama untuk bisa meningkatkan kualitas pemikiran manusia.
Namun sangat disayangkan, ketika pendidikan sangat diharapkan untuk bisa mengembangkan kualitas manusia, dalam hal ini anak, ternyata ada sebuah standar yang secara tidak sengaja diberlakukan untuk seluruh anak. Anak yang dapat berjalan dan menyesuaikan diri dengan standar tersebut dapat mengadaptasikan dirinya dengan masyarakat sosial dan berkembang, tapi tidak sedikit ada anak yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan standar tersebut, tidak dapat menemukan jalan untuk bisa mengembangkan diri mereka dengan baik karena dicap sebagai "Anak Bermasalah" baik itu oleh sistem pendidikan kita, yaitu para guru maupun orang tuanya sendiri.
Sebenarnya apakah betul anak-anak yang tidak bisa sesuai dengan standar pendidikan kita itu memang benar bermasalah?
Anak-anak ini terlihat bermasalah karena kita, sebagai orang tua maupun guru tidak bisa melihat potensi yang ada dalam diri anak-anak dari sudut pandang mereka. Kita melihat anak-anak ini dari kacamata sistem pendidikan yang baku, sehingga anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi KORBAN sistem pendidikan kita, terlihat seperti anak-anak bermasalah.
Jadi apakah ada sistem yang lebih bijaksana untuk bisa mengembangkan anak sebagai Sumber Daya Manusia Indonesia?
Lewat kesempatan ini, saya ingin memperkenalkan riset golongan darah yang berhubungan dengan karakter manusia, di dalamnya ada suatu rahasia yang sebelumnya tidak diketahui dan sebenarnya dapat membuka mata hati kita sebagai orang tua maupun guru.
Dalam riset golongan darah yang dicetuskan oleh Masahiko Nomi, pendiri lembaga kami, menemukan adanya suatu hubungan antara golongan darah dengan karakter dan juga bentuk fisik manusia. Lewat penelitian ini, ditemukan bahwa manusia tidak dibentuk dari material yang sama, karena adanya perbedaan golongan darahnya yaitu A, B, O, dan AB. Golongan darah yang bisa juga disebut sebagai material yang mengalir dalam diri manusia, memberikan suatu perbedaan, sehingga kecenderungan kapasitasnyapun berbeda pula sesuai dengan golongan darahnya.
Dari sini dapat dikatakan bahwa ada suatu kunci untuk mengembangkan anak-anak yang berbakat.
Selain temperamennya berbeda, masing-masing golongan darah juga akan memberikan perbedaan pada ritme emosinya maupun ritme belajarnya. Jadi, bagaimana bisa kita membedakan anak kita dengan anak orang lain, apalagi bila golongan darahnya berbeda, tentu saja tidak mungkin! Bagaimana kita bisa menyamakan cara mendidik anak yang satu dengan yang lain. Cara mendidik yang satu berhasil pada anak yang satu, belum tentu bisa pada anak yang lainnya. Oleh karena itu, pengenalan akan temperamen berdasarkan golongan darah dan cara mendidik anak merupakan suatu hal yang sangat penting apabila Indonesia ingin menciptakan anak-anak yang luar biasa.
Contoh paling sederhana untuk bisa memahami masalah ini adalah seperti memasak. Waktu memasak, ada material yang digunakan untuk memasak, bukan? Ada ikan, ayam, sapi, sayuran, dll. Bahan memasak ini dapat diumpamakan seperti golongan darah yang merupakan material pada manusia.
Pada saat kita mencoba memasak steak dengan daging sapi, rasanya enak sekali. Kemudian kita mencoba memasak steak dengan menggunakan sayuran. Bagaimana rasanya? Tentu saja tidak enak. Masing-masing material ini memiliki ciri khasnya masing-masing dan perlu mendapatkan cara memasak yang khusus agar rasanya enak.
Begitu pula dengan anak kita. Kita tidak bisa menerapkan suatu sistem pengajaran yang sama kepada semua anak. Kalau pada memasak saja kita bisa menerapkan cara memasak yang berbeda pada tiap bahan masakan, kenapa tidak kita berbuat demikan pada saat mengasuh anak kita?
Lewat pemahaman ini, saya berharap bisa membuka mata hati para orang tua maupun guru tentang perbedaan dalam diri anak-anak lewat golongan darah. Oleh karena itu, apabila ada orang tua maupun sekolah yang ingin mengadakan seminar untuk "Mengenal Kepribadian Anak Lewat Golongan Darah", dapat menghubungi saya, dengan senang hati saya akan berbagi.
Indonesia juga pasti maju!
Impian yang sangat indah....
Tapi jangan cuma bermimpi, impian itu harus direalisasikan lewat jalur pendidikan, karena tidak dapat dipungkiri, pendidikan adalah salah satu jembatan utama untuk bisa meningkatkan kualitas pemikiran manusia.
Namun sangat disayangkan, ketika pendidikan sangat diharapkan untuk bisa mengembangkan kualitas manusia, dalam hal ini anak, ternyata ada sebuah standar yang secara tidak sengaja diberlakukan untuk seluruh anak. Anak yang dapat berjalan dan menyesuaikan diri dengan standar tersebut dapat mengadaptasikan dirinya dengan masyarakat sosial dan berkembang, tapi tidak sedikit ada anak yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan standar tersebut, tidak dapat menemukan jalan untuk bisa mengembangkan diri mereka dengan baik karena dicap sebagai "Anak Bermasalah" baik itu oleh sistem pendidikan kita, yaitu para guru maupun orang tuanya sendiri.
Sebenarnya apakah betul anak-anak yang tidak bisa sesuai dengan standar pendidikan kita itu memang benar bermasalah?
Anak-anak ini terlihat bermasalah karena kita, sebagai orang tua maupun guru tidak bisa melihat potensi yang ada dalam diri anak-anak dari sudut pandang mereka. Kita melihat anak-anak ini dari kacamata sistem pendidikan yang baku, sehingga anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi KORBAN sistem pendidikan kita, terlihat seperti anak-anak bermasalah.
Jadi apakah ada sistem yang lebih bijaksana untuk bisa mengembangkan anak sebagai Sumber Daya Manusia Indonesia?
Lewat kesempatan ini, saya ingin memperkenalkan riset golongan darah yang berhubungan dengan karakter manusia, di dalamnya ada suatu rahasia yang sebelumnya tidak diketahui dan sebenarnya dapat membuka mata hati kita sebagai orang tua maupun guru.
Dalam riset golongan darah yang dicetuskan oleh Masahiko Nomi, pendiri lembaga kami, menemukan adanya suatu hubungan antara golongan darah dengan karakter dan juga bentuk fisik manusia. Lewat penelitian ini, ditemukan bahwa manusia tidak dibentuk dari material yang sama, karena adanya perbedaan golongan darahnya yaitu A, B, O, dan AB. Golongan darah yang bisa juga disebut sebagai material yang mengalir dalam diri manusia, memberikan suatu perbedaan, sehingga kecenderungan kapasitasnyapun berbeda pula sesuai dengan golongan darahnya.
Dari sini dapat dikatakan bahwa ada suatu kunci untuk mengembangkan anak-anak yang berbakat.
Selain temperamennya berbeda, masing-masing golongan darah juga akan memberikan perbedaan pada ritme emosinya maupun ritme belajarnya. Jadi, bagaimana bisa kita membedakan anak kita dengan anak orang lain, apalagi bila golongan darahnya berbeda, tentu saja tidak mungkin! Bagaimana kita bisa menyamakan cara mendidik anak yang satu dengan yang lain. Cara mendidik yang satu berhasil pada anak yang satu, belum tentu bisa pada anak yang lainnya. Oleh karena itu, pengenalan akan temperamen berdasarkan golongan darah dan cara mendidik anak merupakan suatu hal yang sangat penting apabila Indonesia ingin menciptakan anak-anak yang luar biasa.
Contoh paling sederhana untuk bisa memahami masalah ini adalah seperti memasak. Waktu memasak, ada material yang digunakan untuk memasak, bukan? Ada ikan, ayam, sapi, sayuran, dll. Bahan memasak ini dapat diumpamakan seperti golongan darah yang merupakan material pada manusia.
Pada saat kita mencoba memasak steak dengan daging sapi, rasanya enak sekali. Kemudian kita mencoba memasak steak dengan menggunakan sayuran. Bagaimana rasanya? Tentu saja tidak enak. Masing-masing material ini memiliki ciri khasnya masing-masing dan perlu mendapatkan cara memasak yang khusus agar rasanya enak.
Begitu pula dengan anak kita. Kita tidak bisa menerapkan suatu sistem pengajaran yang sama kepada semua anak. Kalau pada memasak saja kita bisa menerapkan cara memasak yang berbeda pada tiap bahan masakan, kenapa tidak kita berbuat demikan pada saat mengasuh anak kita?
Lewat pemahaman ini, saya berharap bisa membuka mata hati para orang tua maupun guru tentang perbedaan dalam diri anak-anak lewat golongan darah. Oleh karena itu, apabila ada orang tua maupun sekolah yang ingin mengadakan seminar untuk "Mengenal Kepribadian Anak Lewat Golongan Darah", dapat menghubungi saya, dengan senang hati saya akan berbagi.
Indonesia juga pasti maju!
Sunday, January 25, 2009
Talents International Preschool
Oleh karena itu, Bpk. Sandy, salah seorang pendiri sekolah ini, yang juga merupakan penulis berbagai buku-buku motivasi yang luar biasa, mengundang saya untuk bisa hadir dalam acara ini.
Dalam acara bincang-bincang ini, saya memang tidak bisa menjelaskan secara detail mengenai bagaimana golongan darah dan temperamen seseorang itu bisa menciptakan suatu nuansa yang berbeda dalam kehidupan seseorang.
Sifat acara ini adalah tanya jawab, jadi para orang tua yang hadir bisa langsung bertanya mengenai masalah seputar anak-anaknya dipandang dari sudut golongan darah.
Ternyata banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para orang tua, yang tidak pernah ditanyakan oleh orang tua pada seminar lainnya. Misalnya ada seorang ibu yang bertanya akan 2 orang anaknya yang bergolongan darah O. Keduanya selalu saja bersaing dalam segala hal. Dia agak cemas bagaimana agar tidak terjadi hal yang tidak mengenakkan.
Orang bergolongan darah O memang memiliki suatu naluri alam di mana mereka ingin senantiasa bersaing untuk jadi yang terbaik. Jadi jangan pernah heran apabila anak bergolongan darah O merasa sangat kecewa apabila dia kalah dari teman maupun saudaranya. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar anak-anak ini diajarkan untuk mau bersaing dengan sehat dan mau menerima kekalahan sebagai suatu batu loncatan. Biarkan anak-anak bergolongan darah O ini untuk bersaing....
Seminar kecil di Happy Holy Kids Bandung
Berawal dari sebuah seminar guru di Happy Holy Kids Bintaro, salah seorang pemilik Happy Holy Kids Bandung yang juga ikut dalam seminar tersebut memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa berbagi dengan para orang tua murid di tempatnya.
Wah,.... baru kali ini saya merasa sangat tegang. Bukan karena saya tidak persiapan, tapi karena infocus yang digunakan tidak bisa nyambung dengan laptop yang saya bawa. Setelah beberapa kali dicoba, malah komputer saya yang mati terus setiap kali disambungkan ke infocus.
Sudah ditunggu selama 30 menit, masih belum bisa juga, akhirnya saya harus memulai seminar dengan tanpa menggunakan infocus. Pada menit-menit terakhir, baru infocus bisa berjalan dengan semestinya.
Yah, sekalipun demikian, ada seorang ibu yang komplain kepada saya tentang anaknya.
"Bu, anak saya bergolongan darah A, setiap kali mengerjakan pekerjaan rumah maunya ditemenin terus sama saya, tidak pernah mau mengerjakan sendirian. Bagaimana cara mengatasinya?"
Anak bergolongan darah A memang memiliki kecenderungan untuk mengerjakan sesuatu secara team work, dan mungkin ini yang menjadi penyebab mengapa si anak sulit untuk mau mengerjakan PRnya sendirian, maunya ditemani saja. Tapi sedikit demi sedikit anak harus dilatih untuk bisa mengerjakan sesuatu sendiri karena kalau tidak demikian dia akan terbiasa seperti itu terus dan mengalami ketergantungan, ini yang tidak baik.
Jadi, dengan pengenalan golongan darah, membantu sekali untuk mengenali kekuatan dan kelemahan anak, kan? Dengan pengenalan ini, pasti akan sangat membantu orang tua untuk memahami anak-anak mereka.
Golongan darah dan Autisme
Lewat pertemuan di sebuah Milis, saya berkenalan dengan seorang ibu yang membuka sekolah khusus untuk anak-anak penyandang autis.
Sebuah pembicaraan mengalir ke arah pembicaraan lainnya, pada akhirnya kami membahas mengenai golongan darah yang sedang saya adakan risetnya bersama Tim kami di Jepang. Ternyata Ibu Ratih sangat tertarik untuk mendalami tentang golongan darah juga dan mengundang saya untuk bisa berbagi dengan orang tua murid di sekolahnya, tentu saja saya setuju karena memang Lembaga kami mengadakan penelitian untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Jepang, sekalipun hasilnya masih belum terlalu dalam, namun sudah ada suatu kesimpulan yang bisa dibagikan, ini membuat saya semangat sekali.
Hari Sabtu pagi, 1 November 2008, saya tiba di Sekolah Budi Waluyo dan memberikan seminar mengenai golongan darah, namun dalam sebuah wacana yang lebih khusus karena berkenaan dengan anak berkebutuhan khusus.
Lewat setiap kesempatan, saya berharap bisa membagikan apa yang saya miliki, yaitu ilmu golongan darah kepada setiap orang yang membutuhkan. Dari sinilah saya merasa hidup saya memiliki arti....
Ada yang ingin mengetahui lebih lanjut, silakan hubungi saya.... Ok!
Friday, January 16, 2009
Kenapa sih kok saya tertarik menyebarluaskan golongan darah??
Semua ini berawal dari pengalaman di negri Sakura.
Saat harus melakukan kerja part time, saya mulai terheran-heran dengan sebuah pertanyaan saat saya masuk kerja pertama kali.
"Golongan darah kamu apa?"
Pertanyaan yang sama sekali tidak pernah saya dengar sebelumnya saat sedang bekerja. Paling-paling hanya di rumah sakit, itupun jarang sekali ditanyakan. Tapi di sini, saya ditanya bolak-balik oleh rekan-rekan sekerja saya.
Aneh, tapi nyata.
Saya akhirnya mulai penasaran dengan pertanyaan ini. Golongan darah. Kenapa sampai sebegitu pentingnya sampai-sampai semua orang membicarakan hal ini, bahkan bertanya kepada orang lain.
Tanya sana tanya sini, cari di internet, cari di buku, ternyata benar! Ada suatu rahasia di balik golongan darah! Dari situ saya benar-benar mengerti kenapa saya seperti ini. Seperti menemukan "AHA" moment dalam diri saya.
Berawal dari sini, saya benar-benar rindu agar seluruh orang di Indonesia, bahkan kalau bisa di seluruh dunia bisa mengenal juga akan karakter dirinya dan juga orang lain, sehingga saya memberanikan diri untuk mengajak sebuah lembaga penelitian golongan darah di Jepang (Human Science ABO Center) untuk mau bekerja sama dengan saya dalam rangka menyebarluaskan ilmu tentang golongan darah di Indonesia karena lewat buku yang pertama kali saya baca, yaitu tentang anak, saya bisa memahami kenapa ternyata banyak sekali anak-anak yang dianggap bermasalah oleh orang tua yang tidak dapat memahami anaknya, sehingga kasihan sekali, anak-anak ini tidak bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
Bagaimana seorang anak bisa berkembang dengan baik apabila orang yang ada di dekatnya saja, yaitu orang tua dan guru, tidak mengenali mereka dengan baik?
Oleh karena itu, saya berharap agar para orang tua dan guru mau meluangkan sedikit waktu untuk berinvestasi mendengarkan sedikit penjelasan yang saya berikan mengenai golongan darah. Saya yakin, Anda semua PASTI akan mendapatkan keuntungan yang tidak dapat diukur nilainya dengan uang!
Bagi Anda yang sudah mengetahui tengan hal ini, sudilah untuk berbagi dengan rekan-rekan yang lain, sehingga saya tidak lagi sendirian dalam rangka menyebarluaskan ilmu ini....
Sebelumnya, terima kasih ya!
Saat harus melakukan kerja part time, saya mulai terheran-heran dengan sebuah pertanyaan saat saya masuk kerja pertama kali.
"Golongan darah kamu apa?"
Pertanyaan yang sama sekali tidak pernah saya dengar sebelumnya saat sedang bekerja. Paling-paling hanya di rumah sakit, itupun jarang sekali ditanyakan. Tapi di sini, saya ditanya bolak-balik oleh rekan-rekan sekerja saya.
Aneh, tapi nyata.
Saya akhirnya mulai penasaran dengan pertanyaan ini. Golongan darah. Kenapa sampai sebegitu pentingnya sampai-sampai semua orang membicarakan hal ini, bahkan bertanya kepada orang lain.
Tanya sana tanya sini, cari di internet, cari di buku, ternyata benar! Ada suatu rahasia di balik golongan darah! Dari situ saya benar-benar mengerti kenapa saya seperti ini. Seperti menemukan "AHA" moment dalam diri saya.
Berawal dari sini, saya benar-benar rindu agar seluruh orang di Indonesia, bahkan kalau bisa di seluruh dunia bisa mengenal juga akan karakter dirinya dan juga orang lain, sehingga saya memberanikan diri untuk mengajak sebuah lembaga penelitian golongan darah di Jepang (Human Science ABO Center) untuk mau bekerja sama dengan saya dalam rangka menyebarluaskan ilmu tentang golongan darah di Indonesia karena lewat buku yang pertama kali saya baca, yaitu tentang anak, saya bisa memahami kenapa ternyata banyak sekali anak-anak yang dianggap bermasalah oleh orang tua yang tidak dapat memahami anaknya, sehingga kasihan sekali, anak-anak ini tidak bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya.
Bagaimana seorang anak bisa berkembang dengan baik apabila orang yang ada di dekatnya saja, yaitu orang tua dan guru, tidak mengenali mereka dengan baik?
Oleh karena itu, saya berharap agar para orang tua dan guru mau meluangkan sedikit waktu untuk berinvestasi mendengarkan sedikit penjelasan yang saya berikan mengenai golongan darah. Saya yakin, Anda semua PASTI akan mendapatkan keuntungan yang tidak dapat diukur nilainya dengan uang!
Bagi Anda yang sudah mengetahui tengan hal ini, sudilah untuk berbagi dengan rekan-rekan yang lain, sehingga saya tidak lagi sendirian dalam rangka menyebarluaskan ilmu ini....
Sebelumnya, terima kasih ya!
Monday, October 13, 2008
Touch My Heart Review
My review
rating: 5 of 5 stars
What is your blood type???
With this book, you can find out something that is hidden in your blood type,... your character! You can learn that different blood types has different character, different action, different learning process and different emotional rhythm.
For parents and teacher, learn some tips to deal with different child according to their blood type...
Find out more about this book
View all my reviews.
Saturday, October 11, 2008
Ekalokasari, Bogor
Seminar selanjutnya dilakukan bagi kelompok guru di Bogor. Kelompok toko buku Gramedia sangat aktif dalam melakukan sosialisasi golongan darah dan berhasil mengundang kurang lebih 70 guru untuk bisa hadir dalam acara seminar "Mengenal Kepribadian Anak lewat golongan darahnya"
Ternyata tempat yang disediakan tidak memadai guru-guru yang antusias datang, jadi terpaksa mereka duduk di atas rak-rak buku yang telah dikosongkan.... Hebat banget, padahal tempat duduk tidak nyaman, tapi mereka tetap antusias untuk mendengarkan saya cuap-cuap di depan. Luar biasa guru-guru di kota Bogor ini...

Ternyata tempat yang disediakan tidak memadai guru-guru yang antusias datang, jadi terpaksa mereka duduk di atas rak-rak buku yang telah dikosongkan.... Hebat banget, padahal tempat duduk tidak nyaman, tapi mereka tetap antusias untuk mendengarkan saya cuap-cuap di depan. Luar biasa guru-guru di kota Bogor ini...
Happy Holy Kids, Jakarta
Seminar Guru di Happy Holy Kids, Bintaro, Jakarta
Hari Kamis siang, atas undangan Happy Holy Kids, seminar Mengenal Kepribadian Anak lewat Golongan Darah diselenggarakan selama kurang lebih 3,5 jam, mulai pukul 13.00 sampai pukul 16.30. Seharusnya hanya sampai pukul 16.00, tapi karena banyaknya pertanyaan, jamnya ikut ngaret. Para guru tetap semangat sekalipun mereka sudah mendapatkan materi dari pagi dan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakanpun sangat menarik. Sayang waktunya sudah habis, semoga lain kali ada kesempatan untuk berbagi...

Hari Kamis siang, atas undangan Happy Holy Kids, seminar Mengenal Kepribadian Anak lewat Golongan Darah diselenggarakan selama kurang lebih 3,5 jam, mulai pukul 13.00 sampai pukul 16.30. Seharusnya hanya sampai pukul 16.00, tapi karena banyaknya pertanyaan, jamnya ikut ngaret. Para guru tetap semangat sekalipun mereka sudah mendapatkan materi dari pagi dan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakanpun sangat menarik. Sayang waktunya sudah habis, semoga lain kali ada kesempatan untuk berbagi...
Seminar di Citraland, Jakarta
Monday, March 31, 2008
SMAK 4
Hari Sabtu, 29 Maret 2008, tepatnya pukul 07.30, aula SMAK 4 dipenuhi ratusan orang tua murid dan guru yang siap mendengarkan seminar mengenai golongan darah. Tadinya saya pikir aula tersebut akan sepi, tapi ternyata keadaannya jauh berbeda dari apa yang saya bayangkan sebelumnya. Para orang tua murid mau datang sepagi itu untuk bisa mendengarkan sedikit ilmu yang ingin saya berikan.... Patut saya acungkan jempol....
Dengan kerjasama dari penerbit dan juga kepala sekolah SMAK 4, seminar ini bisa dibilang memuaskan hati saya karena para orang tua murid dan guru bisa sedikit dibukakan mengenai suatu rahasia yang baru bagi kehidupan mereka.
Awalnya saya hanya mengirimkan sebuah surat proposal kepada kepala sekolah dan ternyata mendapatkan suatu respon yang positif. Saya diberikan kesempatan untuk berbicara sebelum pengambilan raport dimulai.
Sekalipun waktunya cukup singkat, saya tidak bisa menjelaskan secara detail. Tapi karena para orang tua murid dan guru jadi lebih tahu mengenai hubungan antara golongan darah dengan karakter mereka, saya sangat puas! Saya berharap akan ada kelanjutan di sekolah sekolah berikutnya....


Dengan kerjasama dari penerbit dan juga kepala sekolah SMAK 4, seminar ini bisa dibilang memuaskan hati saya karena para orang tua murid dan guru bisa sedikit dibukakan mengenai suatu rahasia yang baru bagi kehidupan mereka.
Awalnya saya hanya mengirimkan sebuah surat proposal kepada kepala sekolah dan ternyata mendapatkan suatu respon yang positif. Saya diberikan kesempatan untuk berbicara sebelum pengambilan raport dimulai.
Sekalipun waktunya cukup singkat, saya tidak bisa menjelaskan secara detail. Tapi karena para orang tua murid dan guru jadi lebih tahu mengenai hubungan antara golongan darah dengan karakter mereka, saya sangat puas! Saya berharap akan ada kelanjutan di sekolah sekolah berikutnya....
Tuesday, March 18, 2008
Siaran di Sonora yuk....
Suka dengerin siaran radio gak?
Kalo suka, pasti kenal donk sama radio Sonora..... Nah, kebetulan, tanggal 9 Desember 2007 kemarin, saya dapet kesempetan untuk bisa sharing-sharing mengenai golongan darah lewat siaran radio,... cukup berkesan juga lho,... baru kali itu saya denger suara sendiri di radio...
Para pendengar sangat antusias karena pertanyaan yang masuk cukup banyak sehingga gak semua pertanyaan bisa dijawab langsung on air..
Nanti saya akan masukkan pertanyaan-pertanyaan yang masuk....
Kalo suka, pasti kenal donk sama radio Sonora..... Nah, kebetulan, tanggal 9 Desember 2007 kemarin, saya dapet kesempetan untuk bisa sharing-sharing mengenai golongan darah lewat siaran radio,... cukup berkesan juga lho,... baru kali itu saya denger suara sendiri di radio...
Para pendengar sangat antusias karena pertanyaan yang masuk cukup banyak sehingga gak semua pertanyaan bisa dijawab langsung on air..
Nanti saya akan masukkan pertanyaan-pertanyaan yang masuk....
Thursday, February 21, 2008
Talk show di Bandung
Dengan bantuan Penerbit Andi, Toko buku Gramedia dan Gunung Agung, hari Sabtu dan Minggu diadakan talk show untuk membahas mengenai golongan darah dan hubungannya dengan karakter anak.
Hari Sabtu di Gunung Agung Bandung Indah Plaza, dan Gunung Agung Bandung Supermall. Sedangkan hari Minggunya di Gunung Agung Ciwalk.




Para pendengar cukup antusias dengan berbagai pertanyaan seputar anak maupun anak didik mereka karena sebagian besar yang datang merupakan undangan dari penerbit Andi yang berprofesi sebagai guru-guru TK maupun SD.
Semoga dengan pengenalan akan golongan darah, kita jadi lebih mengenal karakter orang lain, terutama anak kita sendiri. Saya berharap, kualitas manusia Indonesia jadi lebih meningkat di kemudian hari.... Ganbareee....
Hari Sabtu di Gunung Agung Bandung Indah Plaza, dan Gunung Agung Bandung Supermall. Sedangkan hari Minggunya di Gunung Agung Ciwalk.
Para pendengar cukup antusias dengan berbagai pertanyaan seputar anak maupun anak didik mereka karena sebagian besar yang datang merupakan undangan dari penerbit Andi yang berprofesi sebagai guru-guru TK maupun SD.
Semoga dengan pengenalan akan golongan darah, kita jadi lebih mengenal karakter orang lain, terutama anak kita sendiri. Saya berharap, kualitas manusia Indonesia jadi lebih meningkat di kemudian hari.... Ganbareee....
Saturday, October 27, 2007
Karakteristik yang dimiliki orang yang bergolongan darah AB
1. Sangat rasional, mendambakan kehidupan dimana dia bisa berguna bagi masyarakat.
2. Cara melihat sesuatu sangat objektif, bersikap kritis, unggul dalam hal analisis, cocok sebagai komentator.
3. Tidak terlalu melekat terhadap hidup, bersikap biasa saja terhadap keinginannya.
4. Pencinta kedamaian, paling tidak suka terlibat ke dalam pertikaian individual.
5. Kelompok orang bijak yang membenci orang munafik dan juga orang bermuka dua.
6. Karena memiliki keinginan kuat untuk berpartisipasi terhadap masyarakat sosial, dan juga memiliki jiwa melayani, mereka mengharapkan untuk bisa memiliki peran serta di masyarakat.
7. Hidup rukun dengan sekitar, bisa bersosialisasi dengan baik.
8. Bersikap adil dengan pasangan, memperlakukan dengan lembut, senantiasa memberikan sedikit jarak.
9. Tidak bisa berkata tidak pada saat diminta tolong sesuatu oleh orang lain.
10. Ada kebiasaan berimajinasi, memiliki hobi yang bersifat fantasi ( seperti negri dongeng)
2. Cara melihat sesuatu sangat objektif, bersikap kritis, unggul dalam hal analisis, cocok sebagai komentator.
3. Tidak terlalu melekat terhadap hidup, bersikap biasa saja terhadap keinginannya.
4. Pencinta kedamaian, paling tidak suka terlibat ke dalam pertikaian individual.
5. Kelompok orang bijak yang membenci orang munafik dan juga orang bermuka dua.
6. Karena memiliki keinginan kuat untuk berpartisipasi terhadap masyarakat sosial, dan juga memiliki jiwa melayani, mereka mengharapkan untuk bisa memiliki peran serta di masyarakat.
7. Hidup rukun dengan sekitar, bisa bersosialisasi dengan baik.
8. Bersikap adil dengan pasangan, memperlakukan dengan lembut, senantiasa memberikan sedikit jarak.
9. Tidak bisa berkata tidak pada saat diminta tolong sesuatu oleh orang lain.
10. Ada kebiasaan berimajinasi, memiliki hobi yang bersifat fantasi ( seperti negri dongeng)
Subscribe to:
Posts (Atom)
